Jumat, 03 Juli 2009

BAHAYA LIDAH

Lidah itu kecil bentuknya, tapi besar ketaatannya jika kita beriman dan besar pula kedosaannya jika kita termasuk orang kufur.
Barangsiapa yang melalaikan manisnya lidah dan menyia-nyiakannya, niscaya setan berjalan dengannya dalam setiap kesempatan, menjatuhkan kedalam jurang dan membawanya kepada kebinasaan.
Anggota badan yang paling banyak durhaka kepada manusia adalan lidah.

Besarnya Bahaya Lidah Dan Keutamaan Diam

* Barangsiapa menjamin apa yang ada diantara dua tulang rahangnya (lidah) dan yang ada diantara dua kakinya (kemaluan) niscaya akan aku jamin baginya sorga.


* Barangsiapa menjaga kejahatan qabqab-nya (perut), dzabdzab-nya (kemaluan) dan laqlaq-nya (lidah), niscaya ia terjaga dari kejahatan seluruhnya.
* Sebab terbesar membawa manusia masuk sorga adalah karena taqwa kepada Allah dan bagus akhlak.
* Sebab terbesar membawa manusia masuk neraka adalah karena dua rongga badan yaitu mulut (lidah) dan kemaluan.
* Tidaklah berdiri teguh (lurus) iman hamba Allah, sebelum berdiri teguh (lurus) hatinya. Dan hatinya tidak berdiri teguh (lurus) sebelum berdiri teguh (lurus) lidahnya. Dan tidak akan masuk sorga seseorang, dimana tetangganya tidak merasa aman dari kejahatannya.
* Apabila anak Adam (manusia) dipagi hari, niscaya semua anggota badannya memperingatkan lidah : takutilah Allah mengenai kami, karena jika engkau berdiri lurus, niscaya kamipun dapat berdiri lurus, dan jika engkau bengkok (menyeleweng), niscaya kamipun menjadi bengkok.
* Laisa syai-un minal jasadi illaa yasykuu ilal laahil lisaana ‘alaa hiddatih (tiada suatupun dari tubuh, yang tiada mengadu kepada Allah tentang lidah diatas ketajamannya).
* Barangsiapa mencegah lidahnya daripada memperkatakan kehormatan orang, niscaya ditutup oleh Allah auratnya (hal-hal yang memalukan kalau diketahui orang lain). Barangsiapa menguasai kemarahannya, niscaya ia dipelihara oleh Allah akan azabnya. Dan barangsiapa meminta kelonggaran pada Allah, niscaya diterima oleh Allah kelonggarannya.
* Ibadah yang paling mudah dan paling ringan adalah diam dan bagus akhlak.
* Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhirat, maka hendaklah berkata yang baik atau diam.
* Nabi Sulaiman bin Daud as bersabda : berkata itu perak dan diam itu adalah emas.
* Suatu amalah yang membawa masuk sorga yaitu berilah makan orang yang lapar dan berilah minum orang yang haus. Suruhlah yang baik (amar ma’ruf) dan laranglah yang munkar (nahi munkar), jika tidak sanggup maka cegahlah lidahmu selain yang kebajikan.
* Simpanlah lidahmu, selain pada kebajikan. Maka dengan demikian engkau dapat mengalahkan setan.
* Apabila kamu melihat orang mu’min itu pendiam dan mempunyai kehormatan diri, maka dekatilah dia, karena ia akan mengajarkan ilmu hikmah.
* Manusia itu ada tiga macam : yang mendapat pahala, yang selamat dari dosa dan yang binasa. Yang mendapat pahala ialah yang mengingat Allah (dzikir). Yang selamat dari dosa ialah yang diam. Dan yang binasa ialah yang masuk dalam perbuatan batil.
* Sesungguhnya lidah orang mu’min itu dibelakang hatinya, apabila ia mengatakan sesuatu niscaya dipahami dengan hatinya. Lidah orang munafik itu dihadapan hatinya, apabila bercita-cita akan sesuatu niscaya tidak dipahami dengan hatinya.
* Diam itu mengumpulkan dua kelebihan yaitu selamat pada agamanya dan memahami tentang temannya.
* Sebab-sebab kebaikan diam ialah sebab banyaknya bahaya lidah dari kesalahan, bohong, mengumpat, ria, nifak (sifat bermuka dua), perkataan keji, perbantahan, terjun dalam perbuatan batil, permusuhan, perbuatan yang sia-sia, menyeleweng, menyakiti orang lain dan merusak kehormatan orang (membuka hal-hal yang seharusnya ditutup).
* Manfaat diam adalah terkumpulnya cita-cita, terjaganya kehormatan diri, penggunaan waktu untuk berfikir, berdzikir dan untuk beribadah.
* Maa yalfidlu min qaulin illaa ladaihi raqiibun ‘atiid (Tiada suatu ucapanpun yang diucapkannya melainkan ada didekatnya, malaikat pengawas yang selalu hadir) QS Qaaf/50:18

Bahaya pertama : Perkataan yang Tidak Perlu

* Diantara bagusnya Islam seseorang adalah meninggalkan apa yang tidak diperlukannya.
* Amal yang ringan pada badan dan berat pada timbangan ialah diam, bagus akhlak dan meninggalkan apa yang tidak penting bagimu.
* Ibnu Abbas berkata ada lima yang aku sukai :
1. Jangan engkau berkata-kata pada yang tidak penting bagi engkau. Karena bisa menimbulkan tidak aman dari dosa.
2. Jangan engkau bertengkar dengan orang yang lemah lembut dan orang yang bodoh. Karena orang yang lemah lembut akan marah dalam hatinya dan orang yang bodoh akan menyakiti engkau dengan lidahnya.
3. Sebutlah temanmu apabila ia jauh dari engkau, dan maafkanlah dia.
4. Bergaullah dengan teman engkau dengan cara yang engkau sukai.
5. Berbuatlah dengan perbuatan yang bakal dibalas dengan kebaikan.
* Sebab keinginan untuk berkata-kata ialah karena ingin selalu tahu yang tidak penting baginya.
* Obatnya ialah harus ingat bahwa mati itu ada selalu dihadapan kita dan akan diminta pertanggung jawaban apa yang diucapkannya.
* dapun dari segi amal sebagai obatnya ialah mengasingkan diri atau meletakkan batu pada mulutnya.

Bahaya kedua : Perkataan yang Berlebihan

* QS An Nissa’/4:114 “ Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali bisikan-bisikan dari orang yang menyuruh (manusia) memberi sedekah atau berbuat ma’ruf atau mengadakan perdamaian diantara manusia….”
* Nabi SAW bersabda : Berbahagialah orang yang menahan kelebihan dari lidahnya dan membelanjakan kelebihan dari hartanya. (Dirawikan Al Baihaqi)
* Jawaban Rasulullah SAW bagi orang yang banyak kalimat pujian berlebihan : Katakanlah perkataanmu. Jangan kamu diumbang ambingkan oleh setan. (Dirawikan Ibnu Abid Dunya)
* Hadits ini menunjukkan bahwa lidah apabila dilepaskan dengan pujian, meskipun benar, maka ditakuti akan diumbang ambingkan oleh setan kepada perkataan tambahan yang tidak diperlukan.
* Al Hasan al Bashri berkata : Barangsiapa banyak perkataannya, niscaya banyak bohongnya, barangsiapa banyak hartanya niscaya banyak dosanya, barangsiapa buruk akhlaknya niscaya ia menyiksakan dirinya.
* Ibnu Umar berkata : Sesungguhnya yang lebih berhak dibersihkan oleh seseorang ialah lidahnya.
* Abu Darda’ berkata : Orang bisu lebih baik daripada berlidah tajam
* Ibrahim An Nakha’I berkata : Manusia bisa binasa oleh 2 sifat yang kelebihan harta dan kelebihan perkataan.
* Obatnya dari semua itu adalah tidak mendahulukan perkataan yang tidak penting.

Bahaya ketiga : Bercakap Kosong atas Hal yang Bathil

Yaitu perkataan pada perbuatan maksiat, seperti menceritakan hal keadaan wanita, keadaan tempat minuman haram, tempat orang-orang fasik, kesenangan orang-orang kaya, keperkasaan raja-raja kafir, tempat-tempat yang tercela, dan hal-hal yang tidak disukai orang banyak. Dan bahkan hukumnya haram.

* QS Al Muddatstsir/74:45 Wa kunnaa nakhuudlu ma’al khaaidliin. Artinya : dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya.
* QS An Nissaa’/4:140 ……maka janganlah kamu duduk beserta mereka, sehingga mereka memasuki pembicaraan yang lain. Karena sesungguhnya (kalau kamu berbuat demikian), tentulah kamu serupa dengan mereka……..
* Nabi SAW berkata : Manusia yang terbesar dosanya pada hari kiamat, ialah orang yang paling banyak turut campur, dalam hal yang bathil. (Dirawikan Ath Thabrani dari Ibnu Mas’ud)

Bahaya keempat : Perbantahan dan Pertengkaran

Nabi SAW bersabda : Jangan kamu berbantah-bantahan dengan saudaramu, jangan kamu bersenda gurau dan menjanjikan sesuatu, lalu menyalahi janji itu. (Dirawikan At Tarmidzi dari Ibnu Abbas)

Nabi SAW bersabda : Barangsiapa meninggalkan perbantahan dan dia itu benar, niscaya dibangun suatu rumah baginya dalam sorga tertinggi. Dan barangsiapa meninggalkan perbantahan dan dia itu dalam hal yang bathil, niscaya dibangun baginya suatu rumah ditengah-tengah sorga. (Dirawikan At Tarmidzi dan Ibnu Majah dari Anas)
Nabi SAW bersabda : Tiada sesatlah suatu golongan, sesudah mereka mendapat petunjuk Allah, selain oleh karena mereka suka bertengkar. (Dirawikan At Tarmidzi dari Abi Imamah)

Az Zubair berkata kepada putranya : Jangan kamu bertengkar dengan orang, dengan menggunakan Al Qur’an. Karena kamu tiada akan sanggup menghadapi mereka. Akan tetapi haruslah kamu menggunakan Sunnah Nabi SAW.
Muslim bin Yassar berkata : Jagalah kamu dari perbantahan. Karena perbantahan itu saat bodohnya orang berilmu. Dan pada saat itulah, setan berusaha supaya ia tergelincir.

Bilal bin Sa’ad berkata : Apabila engkau melihat seseorang bersikap keras kepala, suka bertengkar dan membanggakan dengan pendapatnya, maka sudah sempurnalah kerugiannya.

Umar ra berkata : Jangan engkau mempelajari ilmu karena tiga perkara dan jangan pula engkau meninggalkan belajar karena tiga perkara. Yaitu jangan engkau belajarkarena untuk berbantah-bantahan, karena untuk menyombong dan karena untuk memperlihatkan kepada orang (riya’). Dan jangan engkau meninggalkan belajar, karena malu menuntut ilmu, karena zuhud dan karena rela menjadi orang bodoh.

Nabi Isa as berkata : Barangsiapa banyak dustanya, niscaya hilang kecantikannya. Barangsiapa suka bertengkar dengan orang, niscaya gugur (hilang) kehormatannya. Barangsiapa banyak dukanya, niscaya sakit tubuhnya. Dan barangsiapa jahat akhlaknya, niscaya ia menyiksakan dirinya sendiri.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar