Kamis, 01 Oktober 2009

'ADAMUL 'INAD

Hai orang-orang yang beriman, ta'atilah Allah dan ta'atilah Rasul(-Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (al-Qur'an) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu adalah lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya. (QS. 4:59)
Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat:"Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. (QS. 20:116)

Sifat membangkang (‘inad ) adalah karakteristik atau sifat dasar dari manusia, dan hal ini muncul dari kecenderungan negatifnya dominan daripada kecenderungan positif. Sikap membangkang akan sangat berbahaya bagi keutuhan berjama’ah. Karena sikap membangkang akan menyebabkan hilangnya, saling percaya (tsiqoh), saling ta’at, saling bantu (ukhuwah), istijabah, dan keutuhan dalam kehidupan berjama’ah. Oleh karena itu Allah SWT sangat memperhatikan kemungkinan sikap dasarmanusia ini dengan adaya ayat yang menrangkan kita harus ta’at kepada Allah, Rasululloh dan ulil amri, kemudian kalaua ada permasalahan maka kita jangan sekali-kali terlibat pertengkaran maka kita harus kembali kepada apa yang sudah Allah putuskan dalam AlQuran dan Sudah Rasululloh contoh danjelaskan dalam sunnahnya. Dengan demikian maka sikap membangkang ini sangat berbahaya dan dibenci oleeh Allah dan Rasullulloh. Karena kalau kita lihat terjadinya kemunduran islamhari ini karena adanya sikap inad inidan sejarah mencatatnya. Mulai dari membangkangnya sebagian kaum muslim untuk tidak ta’atlagi terhadap aturan membayar zakat pada jaman khilafah Abu Bakar dan orang-orang murtad mereka membangkang terhadap khilafah sehingga yang terjadi adalah diperanginya mereka karena sikap membangkangnya. Terjadi juga pada masa khilafah usman bnayaknya sekte atau kelompok yang membangkang terhadap khilafah usman dengan sebab terbunuhnya Umar ra, yang paling monumental adalah adaya perang anatara kelompk Ali dan kelompok Umul mu’minin Aisyah dan semakin banyak lagi pembangkangan-pembangkangan yang terjadi pada masa khilafah/raja sesudah khilafatur rasidin bahkan semakin besar pembangkang dari mulai membangkang terhadap aturan Allah dan rasulnya dengan membuat aliran-aliran sesat dari islam sampai kepada pembangkangan kelompok yang tidak mau di pimpin oleh aturan Allah SWT.

Allah SWT sangat membenci sikap membanngkang ini, pembangkangan terhadap aturan Allah dan raulnya berarti tidak beriman terhadap Allah dan rasulnya. Padahal Allah telah sangat jelas menerangkan dalam Al Quraan terhadap kemudahan bagi manusia untuk beriman terhadap aturan Allah dan Allah tidak memaksakan dan memberatkan terhadap manusia.
Membangkang terhadap pemimpin dan jama’ah juga merupakan sikap yang sangat dibenci Allah SWT karena hal ini kan menyebabkan hancurnya tatanan kehidupan berjama’ah bagi sebuah gerakan dakwah. Maka sangat jelas Allah memerintahkan kita untuk ta’at dan melaksanakan aturan Allah dan rasulnya sehingga dengan aturan ini kita bisa menghancurkan para pembangkang ini, Allah berfirman :
Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan al-Qur'an itu dengan bahasamu, agar akmu dapat memberi kabar gembira dengan al-Qur'an itu kepada orang-orang yang bertaqwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang. (QS. 19:97)

Mengapa sikap inad ini sangat dibenci Allah? Karena sifat dan sikap ini adalah sifat syeitan yang di lakaknat Allah karena tidak mu ta’atkepada aturan dan perintah Allah, dan sikap inad inilah yang menyebabkan syeitan di usir dari surga Allah dan dilaksnat oleh Allah menjadi penghuni neraka.
Dan (ingatlah) ketika Kami berkata kepada malaikat:"Sujudlah kamu kepada Adam", maka mereka sujud kecuali iblis. Ia membangkang. (QS. 20:116)

Ada beberapa penyebab munculnya sikap inad pada diri manusia yaitu diantaranya karena :
1. Sombong
Dan apabila dikatakan kepadanya:"Bertaqwalah kepada Allah", bangkitlah kesombongannya yang menyebabkannya berbuat dosa. Maka cukuplah (balasannya) neraka Jahannam. Dan sungguh neraka Jahannam itu tempat tinggal yang seburuk-buruknya. (QS. 2:206)
2. Gila Kedudukan
Dan jadilah orang-orang yang kemarin mencita-citakan kedudukan Karun itu, berkat:"Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezki bagi siapa yang ia kehendaki dari hamba-hamba-Nya dan menyempitkannya; kalau Allah tidak melimpahkan karunia-Nya atas kita benar-benar Dia telah membenamkan kita (pula).Aduhai benarlah, tidak beruntung orang-orang yang mengingkari (nikmat Allah)". (QS. 28:82)
3. Sifat Munafik
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu seperti orang-orang kafir (orang-orang munafik) itu, yang mengatakan kepada saudara-saudara mereka apabila mereka mengadakan perjalanan di muka bumi atau mereka berperang:"Kalau mereka tetap bersama-sama kita tentulah mereka tidak mati dan tidak dibunuh". Akibat (dari perkataan dan keyakinan mereka) yang demikian itu, Allah menimbulkan rasa penyesalan yang sangat di dalam di hati mereka. Allah menghidupkan dan mematikan. Dan Allah melihat apa yang kamu kerjakan. (QS. 3:156)
Dan supaya Allah mengetahui siapa orang-orang yang munafik. Kepada mereka dikatakan:"Marilah berperang di jalan Allah atau pertahankanlah (dirimu)". Mereka berkata:"Sekiranya kami mengetahui akan terjadi peperangan, tentulah kami mengikuti kamu". Mereka pada hari itu lebih dekat kepada kekafiran dari pada keimanan. Mereka mengatakan dengan mulutnya apa yang tidak terkandung dalam hatinya. Dan Allah lebih mengetahui apa yang mereka sembunyikan. (QS. 3:167)

Kesimpulannya adalah tidak pantas kita sebagai Da’i dan mujahid yang berjama’ah kemudian memahami aturan Allah danmencita-citakan tertegaknya Aturan Allah di muka bumi ini menjadi pembangkang (na’udzubillah) karena sikap ini yang akan menajuhkan keberkahan kita dalam berjama’ah dan tercapainya kemenangan-kemenagan dakwah dan jama’ah kita. Wallahu’alam.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar