Selasa, 29 Oktober 2019

SEMUT


Salah satu hewan yang namanya diabadikan jadi nama surat dalam Al-Quran adalah semut. Ada apa dengan semut? Semoga tulisan singkat ini bisa menjawab pertanyaan tersebut.

Semut dalam Al-Quran

Menggunakan QSoft v.7.0.5 kita akan mempelajari perihal semut menurut Al-Quran. Semut atau dalam Bahasa Arab An-Naml (النَّمْلِ) dijadikan nama surat dalam Al-Quran, yaitu surat ke-27. Kata semut (An-Naml) dalam Al-Quran disebutkan sebanyak 3 kali tapi dalam satu ayat, yaitu ayat ke-18 surat An-Naml. Penyebutan 3 kali tersebut dalam bentuk yang berbeda, yaitu An-Namli, Namlatun dan An-Namlu.
Ayat ke-18 surat An-Naml itu menveritakan ketika nabi Sulaiman as. bersama pasukannya melewati sebuah lembah (lembah semut), seekor semut memperingatkan semut-semut yang lain untuk segera memasuki sarang, karena dikhawatirkan mereka terinjak oleh nabi Sulaiman as. dan pasukannya.


Bunyi ayatnya sebagai berikut,

حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ

Hingga apabila mereka sampai di lembah semut berkatalah seekor semut:  Hai semut-semut, masuklah ke dalam sarang-sarangmu, agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari";

Menjelaskan ayat ini Tafsir Jalalayn menulis, “(Sehingga apabila mereka sampai di lembah semut) yaitu di kota Thaif atau di negeri Syam; yang dimaksud adalah semut-semut kecil dan semut-semut besar (berkatalah seekor semut) yaitu raja semut, sewaktu melihat bala tentara Nabi Sulaiman, ("Hai semut-semut! Masuklah ke dalam sarang-sarang kalian, agar kalian tidak diinjak) yakni tidak terinjak-injak (oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadari") semut dianggap sebagai makhluk yang dapat berbicara, mereka melakukan pembicaraan sesama mereka.”

Sementara Quraish Shihab dalam tafsirnya (https://tafsirq.com/27-an-naml/ayat-18#tafsir-quraish-shihab)  menjelaskan, “Hingga, katika Sulaymân dan balatentaranya tiba di lembah semut, salah seekor semut itu berkata, "Wahai semut-semut sekalian, masuklah ke tempat persembunyian kalian, agar tidak binasa oleh Sulaymân dan balatentaranya karena mereka tidak merasakan keberadaan kalian!"(1).
(1) Dari ayat ini dapat dipahami bahwa semut adalah jenis hewan yang hidup bermasyarakat dan berkelompok. Di antara hal-hal unik yang merupakan keistimewaan hewan jenis ini, antara lain, adalah ketajaman indera dan sikapnya yang sangat berhati-hati. Pada masyarakat semut dikenal etos kerja dan disiplin hidup berkelompok yang tinggi. Semut juga mempunyai tingkat kecerdasan dan kekuatan ingatan yang cukup tinggi, gemar bekerja keras dengan tingkat kesabaran yang tinggi pula, di samping merupakan hewan yang sangat cerdik dalam bekerja. Hal ini terbukti bahwa masyarakat semut merupakan satu-satunya jenis binatang yang berpikir untuk menguburkan anggotanya yang mati, persis seperti manusia. Kelompok-kelompok semut sangat mementingkan untuk dapat saling bertemu di satu tempat dan dari waktu ke waktu. Untuk keperluan itu, mereka menentukan hari-hari tertentu yang sengaja dikhususkan untuk mengadakan pasar bersama, sebagai kesempatan untuk saling mengenal dan tukar menukar bahan makanan. Kelompok-kelompok semut itu, pada saat bertemu, saling bertukar omongan dengan penuh perhatian dan saling bertanya tentang keadaan masing-masing. Di antara fenomena sosial lainnya dari kehidupan masyarakat semut, adalah bahwa mereka seringkali mengadakan semacam "proyek gabungan" untuk membangun, seperti membangun jalan yang panjang, misalnya, dengan penuh keuletan yang mengundang rasa kagum. "Proyek" semacam itu tidak hanya mereka lakukan pada siang hari, tetapi juga dilanjutkan pada malam-malam bulan purnama. Sedangkan pada malam-malam lainnya yang tak bercahaya rembulan, masyarakat semut tetap berada di sarangnya. Dalam hal mengumpulkan, mengangkut dan menyimpan bahan makanan, semut memiliki cara yang amat unik. Jika seekor semut tidak kuat untuk mengangkat bawaannya dengan mulut seperti kebiasannya karena terlalu berat, dia akan menggerakkan barang bawaan itu dengan kaki belakang dan mengangkatnya dengan lengan. Di antara kebiasaan lainnya yang unik bagi semut, apabila hendak menyimpan makanan berupa biji-bijian, dia akan memecahkan atau melobangi biji agar tidak dapat melembaga. Semut-semut akan memecahkan terlebih dahulu biji yang berukuran besar, agar gampang diangangkut dan dimasukkan dalam gudang penyimpanan. Dan jika stok makanan mereka basah oleh hujan, semut-semut itu membawanya keluar agar mengering.

Dari kedua tafsir itu kita bisa mengetahui perihal semut, yaitu
1. Semut hidup berkelompok (koloni) dan selalu berkomunikasi satu sama lain.
2. Mempunyai pancaindera yang tajam
3. Sangat berhati-hati
4. Memiliki etos kerja dan disiplin tang tinggi (pekerja keras)
5. Memiliki kecerdasan dan kekuatan daya ingat yang tinggi
6. Memiliki budaya menguburkan anggotanya yang mati

Yang menarik, menurut penjelasan Quraish Shihab di atas, ada fenomena sosial yang menarik dari kehidupan semut, yaitu mereka seringkali mengadakan semacam "proyek gabungan" untuk membangun, seperti membangun jalan yang panjang, misalnya.

Dari ayat 18 surat An-Naml di atas dijelaskan bahwa seekor semut (pimpinan semut) memberitahukan ke banyak (pasukan) semut yang ada di lembah itu. Pemberitahuan itu untuk menghindari mereka terinjak oleh nabi Sulaiman as, dan pasukannya.
Tentu pemberitahuan ini bersifat instruktif, karena menyangkut sesuatu yang bahaya, dan bersifat penting untuk sampai ke ‘telinga’setiap semut yang ada di lembah itu.
Tentu ada yang menarik di sini, bagaimana istruksi dari pimpinan semut itu sampai ke semua pasukan semut tanpa ada yang terlewat. Ada dua kemungkinan,

Pertama, si pemimpin semut itu mengeluarkan suara (panggilan) dengan frekuensi tertentu atau zat tertentu sebagai isyarat panggilan yang panggilan itu menjangkau area dengan radius yang cukup luas sehingga semua semut dapat mendengar suara tersebut.

Kedua, dengan sistem estafet, si pemimpin memberi instruksi ke beberapa semut yang ada di dekatnya, lalu semut-semut itu meneruskan instruksi it uke semut-semut yang terdekat, demikian seterusnya, sampai semut yang berada di sisi terluar menerima instruksi tersebut. Cara penyampaian pesannya mungkin seperti yang terlihat oleh kita sehari-hari ketika melihat 2 semut yang bertemu.


Semut Menurut Sain

Khusus mengenai cara berkomunikasi semut, dunia sain mengetahui rahasianya, yaitu zat feromon. Apa itu feromon?

Feromon, salah satu senyawa kimia hidrokarbon, memiliki peranan penting dalam sistem komunikasi serangga, termasuk semut. Feromon berasal dari kata “fer” yang artinya membawa dan “hormon” sehingga feromon berarti “pembawa hormon”.

Feromon adalah isyarat yang digunakan di antara hewan satu spesies dan biasanya diproduksi dalam kelenjar khusus untuk disebarkan. Ada banyak fungsi dari feromon ini, di antaranya sebagai jejak menuju sumber makanan dan sebagai zat tanda bahaya yang disekresikan saat musuh menyerang. Ketika semut menggigit, dia akan meninggalkan feromon ini sebagai penanda bagi koloninya bahwa ada bahaya.

Setiap koloni semut memiliki bau koloni yang khas. Mereka memiliki senyawa hidrokarbon yang berbeda untuk membedakan jenis koloni mereka. Jika ada semut asing, yang ditandai dengan bau koloni yang berbeda, memasuki sarang semut koloni lain, maka akan diserang dengan asam format, sitronelal, dan zat-zat beracun lain yang diproduksi oleh semut.

Namun, jika semut yang datang masih berasal dari spesies yang sama tapi berbeda koloni, keberadaan semut tersebut masih diterima karena dia dianggap sebagai tamu. Ia akan tetap diberi makan, tapi dengan jumlah sedikit. Komunikasi kimiawi dengan feromon ini hanya salah satu cara komunikasi yang dilakukan semut. Semut juga dapat berkomunikasi dengan sentuhan atau dengan bunyi. (https://sains.me/feromon-alat-komunikasi-semut/)

Subhanallah…
Satu ayat Al-Quran telah membangkitkan keinginan kita untuk mengetahui misteri yang ada di ayat tersebut, sehingga kemudian dengan sains terjawablah misteri itu.

#qurandansain
#saindlmquran



Uripwid
alumni mataqu online

Tidak ada komentar:

Posting Komentar