Jumat, 04 Maret 2011

Ikhwan Al-Mujahidin


Setelah setiap liqo dan rapat kita yakinkan sebagai undangan spesial dari Allah untuk kita…
Setelah bulat tekad untuk memberikan kontribusi terbaik bagi setiap liqo dan rapat…
Setelah liqo dan usroh kita jadikan sebagai taman yang indah…


Ikhwah fillah,
Selanjutnya, mari kita perhatikan cuplikan taujih Imam Syahid dalam pengantar Rukun Bai’ah.
“Kita membutuhkan kader-kader yang mampu membentuk umat dan mengelola bangsa (takwiinul umam wa tarbiyyatusy syu’ub). Itulah kader ikhwaanul mujaahidiin minal ikhwaanul muslimiin, yang memiliki karakter Iraadatul qawiyyah, Wafaa’ Ats-Tsaabitah, Tadhiyyah al- ‘Aziizah, dan Ma’rifatul Mabda wa Imaanuha”.

Pertama, Iraadatul qawiyyah, tekad membaja, yang tak mudah bengkok, tak mudah berkarat, tak gampang pecah. Tekad membaja merupakan karakter pertama yang harus kita miliki, karena menempuh jalan dakwah ini berarti kita harus siap menembus semak belukar hutan belantara yang penuh onak duri, menanjak dan terkadang menurun tajam, melelahkan fisik dan terkadang batin kita, mengorbankan harta, menguras tenaga, keringat, bahkan darah dan nyawa. Itulah tabiat dakwah mulia, sebagaimana Rasulullah SAW dan para sahabat mengalaminya. Ikhwaanul mujaahidiin haruslah memiliki tekad membaja yang tak bengkok karena rayuan perhiasan dunia, tak berkarat karena ambisi dan motivasi pribadi, tak pecah meskipun dengan minimnya sarana yang ia miliki.

Kader mujahidin siap melangkah, meluncur menunaikan tugas suci, meski terik panas menyengat atau dinginnya malam menusuk. Kepulan debu yang menempel pada wajah, baju dan sendalnya ataupun curahan hujan yang melembabi tubuhnya, ia yakini sebagai makhluk Allah yang menyertai jundullah menunaikan amanah dakwah mulia, menggapai cita-cita besar. 

Kedua, Wafaa’ ats-Tsaabitah, loyalitas atau kesetiaan kokoh, yang tak disusupi oleh kemunafikan dan pengkhianatan. Kesetiaan untuk dakwah ini haruslah kokoh, sekokoh karang di tengah lautan, meski siang malam diterjang ombak badai. Bahkan kesetian itu, semakin mendapat cobaan dan rintangan, semakin kokohlah ia. Godaan lapangnya harta, popularitas, serta peluang jabatan yang menggiurkan, tak mampu mengikis sedikitpun kesetiannya untuk dakwah ini, karena ia yakini bahwa apa yang ia dapatkan selama ini, adalah berkah dakwah dan kebaikan jamaah kepadanya. Tanpa itu, ia takkan menjadi apa-apa. Demikian juga dengan keterbatasan rezki, sempitnya waktu dan turunnya kesehatan, juga tak sanggup membuatnya berkhianat terhadap ikrar dakwahnya. Ikhwah fillah, kokoh itu berarti tak mudah goyah.

Ketiga, Tadhiyyah al-‘Aziizah, pengorbanan mulia, yang tak terkotori oleh ketamakan dan kebakhilan. Kader mujahid menyadari bahwa 10 rukun bai’ah telah mendidiknya untuk mengorbankan seluruh apa yang ia miliki untuk dakwah. Fisik tubuh, akal fikiran, emosi motivasi, tenaga, keringat, harta, bahkan jiwanya, siap ia sembahkan untuk kerja dakwah ini. Maka ia sehatkan tubuhnya agar kuat, ia asah daya jelajah akalnya untuk menghasilkan gagasan-gasasan brilian, ia kendalikan emosi perasaan dan motivasinya agar selaras dengan qarar qiyadah dan jama’ah. Kalaulah ia diberi amanah berupa harta, kedudukan, jabatan, ketokohan…semuanya ia orientasikan untuk kepentingan dakwah, tidak sekalipun ia manjakan kepentingan dan keuntungan pribadi mengotori motifnya. Kerja besar ini membutuhkan kader yang siap mengorbankan yang terbaik untuk kemenangan dakwah, waktu yang terbaik, tenaga yang terbaik, ide yang terbaik, harta yang terbaik; bukan waktu, tenaga, ide, dan harta sisa. Tidaklah mungkin dakwah ini dikerjakan dengan hal-hal yang bersifat sisa.

Ikhwah fillah,
Dakwah ini membutuhkan kader-kader yang mampu berfikir besar dan berjiwa besar untuk menunaikan kerja besar meraih cita-cita besar. Jangan biarkan hal-hal yang tidak penting dan tidak produktif menyibukkan perhatian, fikiran dan perasaan, karena ia akan melemahkan potensi kekuatan kita. Dakwah ini membutuhkan kader pekerja maksimalis, bukan pekerja minimalis yang menghindar dari resiko dan tantangan.
Semoga Allah memberikan kekuatan kepada kita untuk menjadi kader yang terbaik dalam dakwah ini.

1 komentar: