Bismillahirrahmanirrahim
Saudara-saudaraku, tulisan ini adalah anak pikiran dari hati
yang gelisah. Gelisah melihat gap yang ternganga antara tantangan dakwah umat
Islam di level nasional hingga global dengan kapasitas generasi muda muslim
untuk mengeksekusi cita-cita Qur’an dan janjinya pada kemanusiaan.
Saya tidak berpretensi menawarkan sebuah grand narrative
atau narasi besar untuk generasi muslim muda Indonesia dalam perannya mengisi
gap itu. Tapi tulisan ini adalah pengantar untuk membuka perskektif atas
problematika keumatan dan peradaban, yang suatu hari mungkin Allah menitipkan
peran pergiliran kepemimpinan itu pada pundak pemuda-pemudi muslim Indonesia.
Oleh karena itu saya akan menekankan tulisan ini pada 3
pembahasan besar tentang sejarah, realitas, dan satu pembahasan peluang narasi
baru pemuda abad ini. Pembahasan tentang realitas adalah tentang geopolitik
negeri-negeri berpenduduk mayoritas muslim dan negeri Barat, juga realitas
tentang perubahan trend zaman dalam beberapa bidang.