Selasa, 05 April 2011

Kesalahan yang Mendewasakan


Bersama 350 tentara berkuda, Khalid bergerak menuju Yalamlam, sekitar 50 mil dari Makkah. Ia baru saja menghancurkan berhala Uzza yang terkenal itu. Kini ia mendapat perintah untuk mendakwahkan Islam dan menghancurkan berhala-berhala lainnya.

Sesampainya di daerah Ghuraisa, sekitar 15 mil dari Makkah menuju Yalamlam, Khalid bertemu dengan Bani Jadimah. Khalid meminta Bani Jadimah meletakkan senjata, namun ada keraguan mereka kalau-kalau Khalid mau membalas dendam atas kematian pamannya. "Hai Bani Jadimah! Celaka kalian! Itu Khalid. Sesudah meletakkan senjata tentu kita ditawan lalu dipenggal." Kata salah seorang dari mereka.

Selasa, 22 Maret 2011

Sikap Menghadapi Ujian

(ustad Hilmi Aminuddin, Lc.)



Situasi yang kita hadapi sekarang adalah mata rantai dari ujian-ujian dakwah sebelumnya. Adalah sunatullah bahwa akan ada terus rekayasa untuk mengkerdilkan dakwah. Namun yang penting adalah bagaimana kemampuan kita untuk membuktikan dengan kerja nyata.

Jumat, 04 Maret 2011

Ikhwan Al-Mujahidin


Setelah setiap liqo dan rapat kita yakinkan sebagai undangan spesial dari Allah untuk kita…
Setelah bulat tekad untuk memberikan kontribusi terbaik bagi setiap liqo dan rapat…
Setelah liqo dan usroh kita jadikan sebagai taman yang indah…


SEMANGAT BARU LIQO KITA


Muharram Tahun Baru ini, semoga memberikan energi segar bagi kita. Bukan hanya fisik, tapi ma’nawi kita juga bertambah kekuatannya. Oleh karena itu bagi aktifis dakwah seharusnya muharram merupakan momentum untuk meningkatkan produktifitas amal, meningkatkan kontribusi da’awi, dan meloncatkan prestasi kita bagi jama’ah dakwah ini.

Ikhwah fillah, bagi kader dakwah, LIQO seakan-akan menjadi pekerjaan utama dalam kehidupan kita. Dalam seminggu, ntah berapa kali ikhwah mengadakan liqo. Ada halaqoh, liqo usroh, liqo DPC, liqo DPD, liqo bidang-bidang…dan liqo-liqo lainnya. Seorang anak ikhwah ketika ditanya oleh tetangganya tentang kerjaan umminya, dengan polos anak tersebut mengatakan,” Ummi kerjanya liqo…”. 

Minggu, 20 Februari 2011

Tamayyuz di Mihwar Muassasi


Mahawir Ad Da’wah
Ikhwah dan akhwat fillah, saat ini gerakan dakwah kita memiliki rakizah siyasiah, (stressing atau titik tekan pada bidang politik). Hal ini perlu saya garis bawahi, mengingat ada beberapa hal yang kadang-kadang menyebabkan kita mengalami keterjebakan situasional. Misalnya ada yang mengatakan atau menganggap kita masuk ke dalam mihwar siyasi (era politik). Padahal dalam manhaj kita, hanya dikenal mahawir arba’ah (empat era) yang di dalamnya tidak ada mihwar siyasi (era politik) sebagaimana halnya tidak ada mihwar tarbawi (era pembinaan). Keempat mahawir ad da’wah tersebut ialah :
1.       Mihwar Tanzhimi (Struktural)
2.       Mihwar Sya’bi (Masyarakat)
3.       Mihwar Muassasi (Kelembagaan)
4.       Mihwar Dauli (Negara)

Minggu, 21 November 2010

Kepada Tetangga Masjid Dan Yang Mendengarkan Adzan

Ada karyawan sebuah perusahaan yang karena malas tidak masuk kerja kecuali seminggu sekali. Ketika direktur memintanya agar datang tiap hari ia menolak dan mengatakan akan melakukan tugas-tugas kantornya di rumah! Hukuman apa yang pantas bagi karyawan tersebut? Bukankah ia pantas di-PHK?

Selanjutnya bagaimana halnya dengan seorang muslim yang tidak mau memenuhi panggilan Allah ke masjid untuk shalat berjamaah kecuali sehari dalam seminggu (hari Jum'at), atau sebulan dalam setahun (saat Ramadhan) dan ia ingin melakukan kewajiban yang agung itu di rumahnya. Pantaskah ia mendapat rahmat Allah?

Allah Lebih Agung dari Segala Sesuatu

Meninggalkan shalat berjamaah adalah pertanda lemahnya iman dan kosongnya hati dari mengagungkan Allah. Betapa tidak, pantaskah seorang muslim yang imannya benar, ketika mendengar seruan sehari lima kali 'hayya alash shalah' dia tidak mendatanginya?

Lebih dari itu, dia juga mendengar seruan 'Allahu Akbar' (Allah Lebih Agung), tetapi baginya permainan lebih besar dan penting, menyaksikan film dan pertandingan lebih penting, jual beli lebih penting dan kesibukan-kesibukan dunia lainnya lebih penting. Na'udzu billah.

Masjid adalah tempat yang paling suci di muka bumi, dan mensyi'arkannya dengan shalat serta dzikrullah adalah di antara sebab yang mendatangkan rizki, sesuatu yang dicari oleh para pemuja materi tetapi tidak mereka sadari.(An-Nur: 36-38).


Kehidupan Sehari-Hari Yang Islami


Syaikh Abdullah bin Jaarullah bin Ibrahim Al-Jaarullah



KATA PENGANTAR
Saudaraku...
Dengan penuh pengharapan bahwa kebahagiaan dunia dan akhirat yang akan kita dapatkan, maka kami sampaikan risalah yang berisikan pertanyaan-pertanyaan ini ke hadapan Anda untuk direnungkan dan dijawab dengan perbuatan.

Pertanyaan-pertanyaan ini sengaja kami angkat ke hadapan Anda dengan harapan yang tulus dan cinta karena Allah Subhanahu wa Ta'ala, supaya kita bisa mengambil manfaat dan faedah yang banyak darinya, disamping itu sebagai bahan kajian untuk melihat diri kita, sudah sejauh mana dan ada dimana posisinya selama ini.
Saudaraku...
Risalah ini dinukilkan dari buku saku yang sangat bagus dan menawan yaitu Zaad Al-Muslim Al-Yaumi (Bekalan Muslim Sehari-hari) dari hal. 51 - 55, bab Hayatu Yaumi Islami yang diambil dari kitab Al-Wabil Ash-Shoyyib oleh Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah rahimahullah dan diterjemahkan oleh saudara kita Fariq Gasim Anuz semoga Allah Subhanahu wa Ta'ala membalasnya dengan pahala dan surga-Nya.